Raja Salman Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Banjir di Sumatera
Tinta Berita – Pada Senin (1 Desember 2025), Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Ia turut berduka atas bencana banjir dan longsor besar di Sumatera. Musibah ini telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan ribuan orang mengungsi.
Dalam pernyataannya, Raja Salman berdoa agar keluarga korban diberi kesabaran dan ketabahan. Ia juga berharap para korban luka segera pulih. Sementara itu, orang-orang yang masih hilang diharapkan segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Dukungan dari Pangeran Mohammed bin Salman
Tak hanya Raja Salman, Pangeran Mohammed bin Salman juga mengirim pesan simpati. Ia menyampaikan duka mendalam serta solidaritas penuh kepada rakyat Indonesia.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Bencana tersebut telah menewaskan lebih dari 500 orang. Sekitar 500 lainnya masih dilaporkan hilang. Tim SAR masih terus bekerja keras di lokasi terdampak.
Baca Juga : Langkah Cepat Presiden Prabowo Menyapa Warga Tapanuli Utara Usai Banjir Besar
Sementara itu, beberapa daerah masih terisolasi. Akses jalan yang terputus menghambat distribusi bantuan.
Siklon Langka Picu Banjir Besar
Penyebab utama bencana adalah siklon langka yang terbentuk di Selat Malaka. Siklon ini menghantam tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Akibatnya, sekitar 1,4 juta orang terdampak langsung.
Kesaksian Masyarakat di Lokasi
Warga Pidie Jaya, Arini Amalia, menyebut banjir kali ini seperti tsunami. Ia juga mengatakan bahwa neneknya belum pernah melihat banjir sebesar ini sebelumnya.
Di Tapanuli Tengah, Maysanti mengaku tak makan selama dua hari. Ia dan warga lainnya berebut makanan karena bantuan belum datang.
Masalah Jaringan dan Air Bersih
Banyak warga kesulitan mendapatkan sinyal dan air bersih. Di Aceh Tengah, ribuan orang mengantre di kantor bupati. Mereka ingin menghubungi keluarga setelah jaringan darurat dibuka melalui Starlink.
Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Bencana
Presiden Prabowo mengunjungi wilayah terdampak di Sumatera Utara. Ia mengakui bahwa akses masih terputus di beberapa daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja mempercepat penanganan.
Menurutnya, solidaritas nasional sangat penting di masa krisis ini. Ia berkata, “Kita hadapi bencana ini dengan ketangguhan dan kebersamaan.”
Kritik atas Respons Pemerintah
Meski pemerintah telah bergerak, sejumlah pihak menyampaikan kritik. Mereka menilai bantuan datang terlambat dan sistem birokrasi menghambat proses penyaluran.
Asia Juga Dilanda Bencana Serupa
Perlu diketahui, Indonesia bukan satu-satunya negara yang terdampak. Dalam seminggu terakhir, bencana serupa melanda Asia. Sekitar 1.100 orang tewas akibat cuaca ekstrem.
Misalnya, 355 orang meninggal di Sri Lanka dan 176 di Thailand. Para ahli mengaitkan bencana ini dengan kombinasi monsun dan dua badai siklon.
Selain itu, perubahan iklim diyakini memperparah curah hujan dan badai tropis.


