IDAI Ingatkan Pentingnya ASI bagi Bayi di Tengah Situasi Banjir

IDAI Ingatkan Pentingnya ASI bagi Bayi di Tengah Situasi Banjir

Tinta Berita – Di tengah bencana banjir yang melanda berbagai wilayah Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa pemberian Air Susu Ibu (ASI) harus menjadi fokus utama bagi bayi dan balita di pengungsian. Ketua Satgas Penanggulangan Bencana IDAI, Dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, menjelaskan bahwa ASI merupakan perlindungan terbaik bagi bayi di tengah kondisi sanitasi buruk dan keterbatasan akses air bersih.

Dukungan Nyata bagi Ibu Menyusui di Pengungsian

Menurut Kadafi, para tenaga respon bencana wajib memastikan bahwa ibu menyusui mendapatkan dukungan penuh. Mulai dari pendampingan psikologis, pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu, hingga penyediaan ruang khusus menyusui yang nyaman dan tetap menjaga privasi.
“Tempat yang aman, nyaman, dan privat harus diprioritaskan. Ini harus dibangun bersama para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Baca Juga : BCA dan SCP Hadirkan Ekosistem Pembayaran Digital untuk Perkuat Ritel Daerah

Risiko Susu Formula di Tengah Keterbatasan Air Bersih

Lebih jauh, Kadafi mengingatkan bahwa penggunaan susu formula di situasi darurat sangat berisiko. Sebab, air bersih sering kali sulit diperoleh selama masa pengungsian.
Selain itu, ia menegaskan bahwa memberikan susu formula dengan air yang tidak higienis dapat meningkatkan ancaman diare, malnutrisi, dan bahkan risiko kematian bayi.
Oleh karena itu, ia menekankan perlunya pemantauan ketat jika penggunaan susu formula tidak dapat dihindari.

Ancaman Penyakit: Dari Diare hingga Infeksi Pernapasan

Selain isu ASI, IDAI turut menyoroti berbagai potensi penyakit yang kerap muncul pascabanjir. Risiko diare, demam berdarah, leptospirosis, hingga infeksi saluran pernapasan (ISPA) meningkat drastis ketika lingkungan terkontaminasi air kotor.
Sementara itu, kesehatan mental anak juga tak boleh diabaikan. Aktivitas belajar yang terhenti, tekanan psikologis akibat evakuasi, dan perubahan lingkungan yang mendadak dapat menimbulkan stres signifikan pada anak-anak.

Dampak Jangka Panjang pada Tumbuh Kembang Anak

Setelah banjir surut, Kadafi menegaskan bahwa dukungan terhadap anak-anak harus terus berlangsung.
Banyak anak kehilangan rumah, sekolah, dan lingkungan bermain—semuanya berpotensi mengganggu tumbuh kembang mereka. Karena itu, proses rehabilitasi harus dilakukan dengan pendekatan menyeluruh agar mereka dapat kembali beradaptasi secara sehat.

Harapan IDAI untuk Penanganan Lebih Komprehensif

Dengan menempatkan ASI sebagai prioritas utama serta mengantisipasi berbagai ancaman kesehatan lain, IDAI berharap penanganan bayi dan anak di area pengungsian dapat dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
“Anak-anak terdampak bencana membutuhkan perhatian serius dan dukungan jangka panjang,” tegas Kadafi.