Ekonomi Batam Melonjak pada Triwulan IV 2025, Tumbuh 7,49 Persen
Tinta Berita – Perekonomian Kota Batam menutup tahun 2025 dengan catatan pertumbuhan yang sangat positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 7,49 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada Triwulan IV 2024 yang hanya mencatat pertumbuhan 3,27 persen.
Kinerja kuat pada akhir tahun tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Batam mengalami akselerasi yang signifikan. Dengan demikian, Batam kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.
PDRB Batam 2025 Capai Rp253,64 Triliun
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada triwulan terakhir turut mendorong kinerja ekonomi Batam sepanjang tahun 2025. Secara keseluruhan, ekonomi Batam tercatat tumbuh 6,76 persen sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam pada tahun tersebut mencapai Rp253,64 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi, investasi, dan perdagangan di kawasan tersebut terus berkembang secara signifikan.
Tren Pertumbuhan Ekonomi Batam Terus Meningkat
Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren yang meningkat secara konsisten di setiap triwulan. Pada Triwulan I, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,17 persen.
Selanjutnya, pertumbuhan meningkat menjadi 6,66 persen pada Triwulan II, kemudian kembali naik menjadi 6,89 persen pada Triwulan III. Puncaknya terjadi pada Triwulan IV dengan angka pertumbuhan 7,49 persen, yang menjadi level tertinggi sepanjang tahun tersebut.
Tren positif ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi Batam terus bergerak stabil dan semakin kuat menjelang akhir tahun.
Baca Juga : 7 Penyebab Baterai Smartwatch Cepat Habis dan Cara Mengatasinya
Industri dan Investasi Menjadi Penggerak Utama
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam sangat dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas industri dan investasi. Kedua sektor tersebut menjadi motor utama yang mendorong peningkatan produksi dan ekspansi ekonomi di wilayah tersebut.
Menurutnya, peningkatan investasi sebesar 9,53 persen turut memperkuat sektor industri pengolahan yang menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB Batam.
“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat dan industri pengolahan memberikan kontribusi besar terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujar Amsakar dalam keterangannya.
Lonjakan Akhir Tahun Tunjukkan Ekspansi Industri
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV menjadi sinyal bahwa investasi yang masuk mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi.
Menurutnya, ekspansi industri yang terjadi sepanjang tahun 2025 mulai menghasilkan output produksi yang signifikan menjelang akhir tahun.
“Pertumbuhan yang melonjak pada akhir tahun menunjukkan bahwa ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” jelas Li Claudia.
Sektor Manufaktur Tetap Menjadi Tulang Punggung
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menjelaskan bahwa sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung utama perekonomian Batam.
Data menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 57,01 persen terhadap PDRB Batam. Selain itu, sektor lain juga mengalami pertumbuhan signifikan, seperti sektor listrik dan gas yang tumbuh 11,90 persen serta sektor real estate yang meningkat 14,70 persen.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas industri sekaligus pengembangan kawasan ekonomi di Batam.
Batam Diproyeksikan Tetap Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat sepanjang tahun, Batam diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.
Dukungan investasi yang terus menguat, ekspansi sektor industri, serta perkembangan kawasan ekonomi strategis menjadi faktor utama yang akan menjaga momentum pertumbuhan Batam pada tahun-tahun mendatang.


