Seperempat Warga Indonesia Alami Bau Mulut Saat Puasa, Ini Solusi yang Bisa Dicoba

Seperempat Warga Indonesia Alami Bau Mulut Saat Puasa, Ini Solusi yang Bisa Dicoba

Tinta Berita – Ramadhan seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan. Namun, bagi sebagian orang, ada tantangan kecil yang cukup mengganggu rasa percaya diri, yakni bau mulut saat puasa. Survei Honestdocs.id terhadap 11.740 responden menunjukkan fakta menarik. Sebanyak 25 persen masyarakat Indonesia mengaku mengalami halitosis selama berpuasa.

Angka tersebut bahkan melampaui keluhan kesehatan lain seperti asam lambung (17,8 persen), dehidrasi (17 persen), dan sakit kepala (13,3 persen). Artinya, masalah kesegaran napas bukan sekadar isu sepele. Ia memengaruhi interaksi sosial, terutama bagi mereka yang aktif bekerja atau tampil di ruang publik.

Mengapa Bau Mulut Muncul Saat Puasa?

Secara medis, bau mulut saat puasa terjadi karena produksi saliva menurun. Padahal, air liur berperan sebagai pembersih alami rongga mulut. Ketika alirannya berkurang, bakteri berkembang lebih cepat.

Bakteri tersebut menghasilkan senyawa sulfur. Inilah yang memicu aroma tidak sedap. Selain itu, sisa makanan yang menempel di sela gigi juga dapat memperparah kondisi.

Karena itu, menjaga kebersihan mulut selama puasa tidak cukup hanya dengan menyikat gigi dua kali sehari. Diperlukan perhatian pada kandungan produk perawatan yang digunakan.

Perhatian Publik Figur terhadap Kesehatan Mulut

Isu ini bahkan menarik perhatian Vincent Rompies dan Desta. Sebagai figur publik, keduanya menyadari pentingnya menjaga kesegaran napas selama beraktivitas di bulan suci.

Menyambut Ramadhan 2026, mereka berbagi pandangan bahwa kesehatan mulut bukan hanya soal rutinitas. Menurut mereka, kandungan bahan aktif dalam produk juga berperan penting.

Baca Juga : Rupiah Mengakhiri Pekan dengan Penurunan Tipis, Terpaut Rp16.836 per Dolar AS

Ketertarikan itu muncul setelah diskusi di siniar Raditya Dika yang menghadirkan Prof Liu dan dr Tirta. Dalam perbincangan tersebut, dibahas pendekatan ilmiah dalam merawat gigi dan menjaga napas tetap segar saat puasa.

Inovasi Perawatan Gigi Berbasis Sains

Dalam diskusi tersebut, dijelaskan peran Apple Polyphenols dan Zinc Glycinate. Kedua bahan ini diklaim mampu menghambat metabolisme bakteri penyebab bau mulut. Zinc Glycinate juga berfungsi mengikat senyawa sulfur agar aroma tak sedap berkurang.

Selain itu, varian Fresh White disebut memiliki mekanisme pembersihan bertahap. Prosesnya dimulai dari Dual Natural Enzymes, yakni Papain dan Lysozyme. Enzim ini membantu mengurai noda secara kimiawi tanpa merusak enamel.

Setelah itu, Hydrated Silica bekerja sebagai gentle cleaning polish. Fungsinya mengangkat plak secara fisik sekaligus memoles permukaan gigi agar tampak lebih cerah.

Teknologi Perlindungan dan Penguatan Enamel

Formula tersebut dilengkapi 3D-Lock Technology. Teknologi ini menjaga stabilitas bahan aktif agar tetap bekerja optimal. Selanjutnya, Advanced Stain-Shield Technology membentuk lapisan pelindung sehingga noda baru tidak mudah menempel.

Sementara itu, varian Repair White dibekali teknologi HAP (Hydroxyapatite) dan FCap. Kandungan ini diklaim membantu memperkuat enamel sekaligus memutihkan gigi dalam tujuh hari.

Seluruh varian produk juga telah mengantongi Sertifikasi Halal. Dengan demikian, masyarakat dapat menggunakannya dengan tenang selama menjalankan ibadah puasa.

Respons Pasar dan Pertumbuhan Signifikan

Respons pasar terhadap brand tersebut menunjukkan pertumbuhan yang mencolok. Berdasarkan data EPIC Awards 2026 yang dirilis CNBC Indonesia dan Compas.co.id, volume penjualan meningkat hingga 4.701,43 persen pada akhir 2025.

Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, menyebut pertumbuhan ini sebagai amanah besar. Menurutnya, brand tersebut ingin menjadi lebih dari sekadar produk perawatan gigi.

Ia menambahkan bahwa sertifikasi Halal dan kolaborasi bersama Vindes menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas, termasuk ketenangan batin selama Ramadhan.

Kampanye Sosial dan Dampak Nyata

Sejalan dengan visi tersebut, Vincent dan Desta melalui VINDES Corp menghadirkan kampanye “30 Hari Jadi Lebih Baik Bersama usmile, Vincent & Desta”. Kampanye ini menggandeng Human Initiative serta Sustaination untuk memastikan aspek sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan sosial digelar di TPA Cipeucang, Tangerang Selatan. Warga mendapatkan pemeriksaan gigi gratis dan sanitary kit ramah lingkungan.

Selain itu, masyarakat diajak berpartisipasi melalui pembelian “Paket Ramadhan Oral Care” di official store e-commerce usmile Indonesia. Setiap pembelian otomatis dihitung sebagai donasi.

Sebagai bentuk apresiasi, tiga Top Spender di Shopee pada periode 20 Februari hingga 8 Maret 2026 berkesempatan mengikuti video call bersama Vincent dan Desta dalam program Sahur Nih Yee.

Menjalani Ramadhan dengan Napas Segar dan Hati Tenang

Bau mulut saat puasa memang menjadi tantangan bagi 25 persen masyarakat Indonesia. Namun, dengan edukasi yang tepat dan perawatan yang sesuai, masalah ini dapat diminimalkan.

Kolaborasi antara inovasi produk, edukasi kesehatan, dan aksi sosial menunjukkan bahwa menjaga kesehatan mulut tidak hanya soal penampilan. Lebih dari itu, ia menyangkut rasa percaya diri dan ketenangan dalam beribadah.

Ramadhan pun bisa dijalani dengan napas lebih segar, senyum lebih sehat, dan semangat berbagi yang semakin kuat.