Polda Sumut Ingatkan Pedagang Agar Tidak Naikkan Harga Sembako Berlebihan Jelang Lebaran

Polda Sumut Ingatkan Pedagang Agar Tidak Naikkan Harga Sembako Berlebihan Jelang Lebaran

Tinta Berita – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengingatkan para pedagang di pasar tradisional agar tidak menaikkan harga bahan pokok secara berlebihan. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok saat permintaan meningkat menjelang Lebaran.

Selain itu, aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional di Kota Medan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan harga bahan pangan tetap stabil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan pengawasan tersebut, pemerintah berharap aktivitas perdagangan tetap berjalan sehat sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Aparat Lakukan Sidak di Sejumlah Pasar Tradisional

Tim dari Subdirektorat I Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut bersama Satgas Pangan melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar utama di Kota Medan. Di antaranya adalah Pasar Petisah dan Pasar Sukaramai.

Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pedagang tidak memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Baca Juga : Benarkah Tidur Lagi Setelah Sahur Bisa Merusak Otak? Ini Penjelasan Dokter

Menurutnya, peningkatan aktivitas belanja masyarakat memang sering terjadi menjelang hari raya. Oleh karena itu, pengawasan harga menjadi penting agar tidak terjadi praktik penjualan yang merugikan konsumen.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, harga berbagai kebutuhan pokok di pasar-pasar tersebut masih relatif terkendali.

Minyak Goreng Bersubsidi Jadi Perhatian Pengawasan

Dalam sidak di Pasar Petisah, tim memeriksa sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah minyak goreng bersubsidi Minyakita.

AKBP Budi Prasetyo menyebutkan bahwa sebagian besar pedagang telah menjual Minyakita sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun demikian, petugas masih menemukan beberapa pedagang yang menjual minyak goreng tersebut dengan harga sekitar Rp16.000 per liter.

Sebagian pedagang mengaku bahwa harga tersebut dibulatkan karena tidak tersedia uang kembalian. Meski begitu, aparat tetap mengingatkan pedagang agar mengikuti aturan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengawasan Libatkan Banyak Instansi Terkait

Kegiatan sidak ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Sebaliknya, pengawasan juga melibatkan berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait.

Beberapa pihak yang terlibat antara lain Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, Perum Bulog Kanwil Sumut, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, serta Badan Pangan Nasional.

Selain itu, pengelola pasar juga ikut berperan dalam proses pemantauan harga di lapangan. Kolaborasi antarinstansi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idulfitri.

Dengan koordinasi yang baik, pemerintah berharap potensi penimbunan barang atau praktik perdagangan yang tidak wajar dapat dicegah sejak dini.

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Hingga Lebaran

Di sisi lain, aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

AKBP Budi Prasetyo menegaskan bahwa stok pangan di wilayah Sumatera Utara dipastikan cukup hingga perayaan Lebaran. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap berbelanja secara wajar.

Langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas distribusi pangan di pasar. Apabila masyarakat membeli secara berlebihan, dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan sementara dan memengaruhi harga.

Dengan ketersediaan stok yang terjaga, masyarakat diharapkan dapat menjalani persiapan Lebaran dengan lebih tenang.

Bulog Jaga Pasokan Beras dan Minyak Goreng

Sementara itu, Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara juga memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.

Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Erwin Budiana menyampaikan bahwa pihaknya terus menyalurkan berbagai komoditas pangan penting. Di antaranya adalah minyak goreng Minyakita serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bahkan di beberapa titik penjualan, beras SPHP dijual dengan harga yang lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi.

Sebagai contoh, beras SPHP dengan kemasan lima kilogram dilaporkan dijual sekitar Rp60.000 per kemasan.

Upaya ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Harga Bahan Pokok di Pasar Sukaramai Masih Stabil

Pemantauan harga juga dilakukan di Pasar Sukaramai yang terletak di Jalan AR Hakim, Medan. Tim dari Subdit I Indag yang dipimpin Ipda E Barus memeriksa sejumlah pedagang bahan pokok.

Pemeriksaan dilakukan terhadap toko beras, pedagang daging, serta penjual telur. Berdasarkan hasil monitoring tersebut, harga berbagai komoditas masih berada dalam kondisi stabil.

Ipda E Barus menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala di pasar-pasar tradisional di Kota Medan.

Sementara itu, Kepala Pasar Sukaramai Syukur Kholil Nasution mengungkapkan bahwa aktivitas belanja masyarakat memang mulai meningkat menjelang Lebaran.

Meski demikian, ia memastikan bahwa harga komoditas seperti daging, telur, dan bahan pokok lainnya masih berada pada tingkat yang normal. Pengelola pasar juga akan terus memantau perkembangan harga hingga perayaan Idulfitri tiba.