Fitch Soroti Penerimaan Negara Indonesia yang Masih Lemah Dibandingkan Negara Setara

Fitch Soroti Penerimaan Negara Indonesia yang Masih Lemah Dibandingkan Negara Setara

Tinta Berita – Fitch Ratings menilai penerimaan negara Indonesia masih relatif lemah dibandingkan negara dengan peringkat kredit setara. Dalam laporan terbarunya, Fitch mengungkapkan proyeksi rasio pendapatan pemerintah Indonesia pada periode 2026-2027.

Penerimaan Negara Indonesia Masih Rendah

Fitch memprediksi rasio pendapatan Indonesia hanya 13,3 persen dari PDB pada 2026-2027. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan median negara berperingkat ‘BBB’ yang mencapai 25,5 persen.

“Kami memperkirakan rasio pendapatan pemerintah akan rata-rata sekitar 13,3 persen pada 2026 dan 2027, sementara negara dengan peringkat ‘BBB’ memiliki median 25,5 persen,” kata Fitch.

Penyebab Melemahnya Penerimaan Negara

Fitch menjelaskan bahwa beberapa faktor menyebabkan penurunan penerimaan negara. Salah satunya adalah penerimaan pajak yang lemah. Selain itu, pembatalan kenaikan tarif PPN dan pengalihan dividen BUMN ke SWF Danantara turut mempengaruhi.

“Pendapatan pemerintah melemah pada 2025 akibat penerimaan pajak yang lesu, pembatalan kenaikan PPN, dan pengalihan dividen BUMN ke SWF,” ungkap Fitch.

Dampak Penerimaan yang Lemah terhadap Fiskal Negara

Rendahnya rasio penerimaan negara ini berisiko membatasi ruang fiskal pemerintah. Hal ini sangat penting karena kebutuhan belanja negara semakin meningkat. Defisit fiskal Indonesia diperkirakan mencapai 2,9 persen dari PDB pada 2026, sedikit lebih tinggi dari target pemerintah, yaitu 2,7 persen.

Proyeksi Ekonomi dan Penerimaan Pajak

Fitch juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat akan berdampak pada penerimaan negara. Mereka menganggap upaya pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan pajak masih terbatas. Hal ini membuat proyeksi penerimaan menjadi lebih konservatif.

Baca Juga : Kenali 3 Tanda Penting Kekurangan Yodium yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Risiko Gangguan Tiroid

“Proyeksi ini mencerminkan penerimaan yang lebih konservatif, karena proyeksi pertumbuhan yang lebih lambat dan dampak jangka pendek dari upaya peningkatan kepatuhan pajak,” kata Fitch.

Tantangan Penerimaan Negara Indonesia

Fitch mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal penerimaan negara. Dengan defisit fiskal yang sedikit lebih tinggi dari target, pemerintah harus mengambil langkah signifikan. Penerimaan negara yang lebih baik sangat penting untuk mengelola fiskal negara ke depan.