Perang Iran vs AS-Israel Membawa Keuntungan Bagi Rusia

Perang Iran vs AS-Israel Membawa Keuntungan Bagi Rusia

Tinta Berita – Konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel memberikan keuntungan tak terduga bagi Rusia. Meskipun Rusia terlibat dalam sejumlah ketegangan geopolitik, perang ini justru memperkuat posisi ekonomi Rusia, khususnya di sektor energi.

Menurut Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, situasi yang berkembang di Iran telah menyebabkan peningkatan permintaan terhadap produk energi Rusia. Hal ini terjadi sebagai dampak dari gangguan yang terjadi di pasar energi global akibat ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Permintaan Energi Rusia Meningkat Akibat Ketegangan di Iran

Pernyataan Peskov menyebutkan bahwa lonjakan permintaan terhadap energi Rusia terjadi setelah ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran utama untuk perdagangan minyak dan gas dunia. Selat Hormuz yang terhambat akibat konflik ini menjadi faktor utama yang memengaruhi pasokan energi global.

“Kami melihat ada peningkatan yang signifikan dalam permintaan terhadap sumber energi Rusia seiring dengan perang yang terjadi di Iran,” ujar Peskov pada Jumat (6/3/2026), dikutip oleh Al Jazeera.

Peningkatan permintaan ini datang karena negara-negara yang sebelumnya mengandalkan pasokan energi dari wilayah yang terganggu kini mencari alternatif. Salah satu negara yang mengalihkan perhatiannya kepada Rusia adalah India, yang memiliki hubungan dekat dengan AS. Kini, India semakin bergantung pada pasokan energi dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.

Baca Juga : Kenali 3 Tanda Penting Kekurangan Yodium yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Risiko Gangguan Tiroid

Keringanan dari AS Memberikan Peluang bagi Rusia

Salah satu faktor yang turut meningkatkan keuntungan Rusia adalah keringanan yang diberikan oleh AS kepada India. Selama 30 hari, India diizinkan untuk membeli minyak Rusia, meskipun ada sanksi perdagangan yang sebelumnya membatasi hubungan tersebut. Keringanan ini memungkinkan India mengakses pasokan energi yang lebih stabil dari Rusia.

Namun, meskipun keringanan tersebut, Peskov menekankan bahwa Rusia tetap menjadi pemasok energi dunia yang andal. “Kami tetap menjadi pemasok utama energi dunia, baik melalui jaringan pipa maupun pengiriman gas alam cair,” tambah Peskov.

Rusia juga melaporkan penjualan minyak mentah jenis Urals ke India dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga minyak internasional. Untuk pengiriman Maret hingga awal April, harga minyak Rusia dipatok sekitar US$4 hingga US$5 lebih murah per barel dibandingkan harga minyak Brent premium.

Keuntungan Ekspor Energi Rusia Meningkat

Menurut Igor Yushkov, analis dari Financial University yang dikelola oleh pemerintah Rusia, ketegangan di Selat Hormuz menciptakan peluang besar bagi Rusia untuk meningkatkan pendapatan dari ekspor energi. “Konflik ini memperburuk pasokan energi global, sehingga negara-negara yang terhambat aksesnya semakin bergantung pada pasokan dari Rusia,” ujar Yushkov.

Peningkatan pendapatan ini datang pada saat yang krusial, di tengah ketegangan politik dan sanksi internasional yang terus berlanjut. Sektor energi tetap menjadi pilar utama ekonomi Rusia, dan keuntungan yang diraih semakin meningkat di tengah ketidakpastian global akibat konflik ini.

Dampak Jangka Panjang dari Konflik Iran vs AS-Israel

Meskipun Rusia diuntungkan dalam jangka pendek, dampak jangka panjang dari konflik ini tetap akan memengaruhi perekonomian global. Ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz yang hampir tertutup berpotensi menyebabkan harga energi melonjak lebih tinggi, yang tentunya dapat memengaruhi stabilitas ekonomi banyak negara.

Bagi Rusia, meskipun keuntungan dari sektor energi mungkin bertahan untuk beberapa waktu, ketegangan antara negara-negara besar seperti AS dan Iran dapat merubah peta politik dan ekonomi dunia dalam jangka panjang. Perang ini juga mempengaruhi hubungan geopolitik dan keseimbangan kekuatan global, yang dapat berdampak pada banyak sektor lainnya di masa depan.