<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PialaFA Archives - Tinta Berita</title>
	<atom:link href="https://tintaberita.com/tag/pialafa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tintaberita.com/tag/pialafa/</link>
	<description>Dunia Bergerak, Kami Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 May 2026 20:50:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://tintaberita.com/wp-content/uploads/2025/11/cropped-tintaberita.com_-32x32.png</url>
	<title>PialaFA Archives - Tinta Berita</title>
	<link>https://tintaberita.com/tag/pialafa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Chelsea Geram di Wembley, The Blues Nilai Harusnya Mendapat Penalti Saat Kalah dari Manchester City</title>
		<link>https://tintaberita.com/olahraga/chelsea-geram-di-wembley-the-blues-nilai-harusnya-mendapat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adhitama Fazwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 20:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[AlanShearer]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[ChelseaNews]]></category>
		<category><![CDATA[ChelseavsManchesterCity]]></category>
		<category><![CDATA[FACup]]></category>
		<category><![CDATA[FinalPialaFA]]></category>
		<category><![CDATA[FootballNews]]></category>
		<category><![CDATA[footballupdate]]></category>
		<category><![CDATA[KontroversiVAR]]></category>
		<category><![CDATA[ManchesterCity]]></category>
		<category><![CDATA[manchestercitynews]]></category>
		<category><![CDATA[PenaltiChelsea]]></category>
		<category><![CDATA[pepguardiola]]></category>
		<category><![CDATA[PialaFA]]></category>
		<category><![CDATA[premierleague]]></category>
		<category><![CDATA[SepakBolaInggris]]></category>
		<category><![CDATA[TheBlues]]></category>
		<category><![CDATA[VAR]]></category>
		<category><![CDATA[Wembley]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tintaberita.com/?p=728</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tinta Berita – Chelsea kembali harus menelan kekecewaan di Wembley Stadium setelah kalah 0-1 dari Manchester City pada final Piala FA 2025/2026. Kekalahan tersebut bukan hanya membuat The Blues gagal meraih trofi, tetapi juga memunculkan kontroversi besar terkait keputusan wasit. Gol tunggal Antoine Semenyo di babak kedua memastikan kemenangan Manchester City sekaligus memperpanjang tren buruk Chelsea di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://tintaberita.com/olahraga/chelsea-geram-di-wembley-the-blues-nilai-harusnya-mendapat/">Chelsea Geram di Wembley, The Blues Nilai Harusnya Mendapat Penalti Saat Kalah dari Manchester City</a> appeared first on <a href="https://tintaberita.com">Tinta Berita</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em><a href="https://tintaberita.com/">Tinta Berita</a></em></strong> – Chelsea kembali harus menelan kekecewaan di Wembley Stadium setelah kalah 0-1 dari <strong>Manchester City</strong> pada final Piala FA 2025/2026. Kekalahan tersebut bukan hanya membuat The Blues gagal meraih trofi, tetapi juga memunculkan kontroversi besar terkait keputusan wasit. Gol tunggal Antoine Semenyo di babak kedua memastikan kemenangan Manchester City sekaligus memperpanjang tren buruk Chelsea di final Wembley. Namun, sorotan utama setelah pertandingan justru tertuju pada insiden di kotak penalti Manchester City yang dianggap merugikan Chelsea. Banyak pemain dan staf The Blues merasa tim mereka seharusnya mendapatkan hadiah penalti dalam laga penting tersebut. Situasi ini langsung memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola dan pengamat Premier League.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Chelsea Kembali Gagal di Final Wembley</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan dari Manchester City membuat catatan buruk Chelsea di Wembley semakin panjang. The Blues kini tercatat selalu kalah dalam tujuh final terakhir yang dimainkan di stadion nasional Inggris tersebut. Statistik ini tentu menjadi pukulan besar bagi klub yang memiliki sejarah panjang di kompetisi domestik Inggris. Banyak pendukung Chelsea mulai mempertanyakan mentalitas tim ketika tampil di laga final besar. Meski beberapa kali mampu tampil kompetitif sepanjang pertandingan, Chelsea kembali gagal memanfaatkan peluang penting untuk mengubah hasil akhir. Situasi ini membuat tekanan terhadap tim dan manajemen semakin meningkat menjelang musim berikutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gol Antoine Semenyo Jadi Penentu Kemenangan City</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Manchester City memastikan kemenangan lewat gol Antoine Semenyo pada babak kedua. Penyerang tersebut berhasil memanfaatkan peluang penting di tengah pertandingan yang berjalan ketat dan penuh tekanan. Gol itu menjadi pembeda dalam laga yang sebenarnya berlangsung cukup seimbang antara kedua tim. Chelsea sempat beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir mereka masih belum maksimal. Di sisi lain, Manchester City tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momentum. Keunggulan tersebut akhirnya mampu dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit Darren England.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga : <a href="https://kilassepakbola.com/blackburn-bikin-man-united-gagal-juara/">Ketika Blackburn Bikin Manchester United Gagal Juara, Drama Premier League yang Masih Dikenang</a></em></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Insiden Jorrel Hato dan Khusanov Picu Kontroversi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Momen paling kontroversial dalam pertandingan terjadi ketika Jorrel Hato terjatuh di kotak penalti Manchester City setelah melakukan duel dengan Abdukodir Khusanov. Para pemain Chelsea langsung mengangkat tangan dan meminta penalti kepada wasit. Namun, Darren England memilih membiarkan pertandingan tetap berjalan tanpa menunjuk titik putih. Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari pemain dan staf Chelsea di pinggir lapangan. Banyak pihak menilai kontak yang terjadi cukup jelas dan layak dianggap sebagai pelanggaran. Insiden itu kemudian menjadi topik utama pembahasan setelah pertandingan berakhir.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Calum McFarlane Nilai Chelsea Dirugikan Wasit</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit. Menurutnya, insiden antara Hato dan Khusanov seharusnya menghasilkan penalti bagi Chelsea. McFarlane menilai Hato berada dalam posisi berbahaya di depan gawang sebelum terjatuh akibat kontak dari pemain Manchester City tersebut. Ia juga menyebut bahwa jika insiden serupa terjadi di area lain lapangan, wasit kemungkinan besar akan memberikan pelanggaran. Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa kecewanya kubu Chelsea terhadap keputusan penting yang dianggap memengaruhi jalannya pertandingan final.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Chelsea Sebelumnya Juga Sempat Minta Penalti</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum insiden Hato terjadi, Chelsea sebenarnya sudah lebih dulu meminta penalti pada akhir babak pertama. Saat itu, Joao Pedro terjatuh di dalam kotak penalti setelah berduel dengan Abdukodir Khusanov. Situasi tersebut sempat ditinjau singkat oleh Video Assistant Referee atau VAR. Namun, VAR akhirnya memutuskan tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain Manchester City. Keputusan itu kembali membuat pemain Chelsea frustrasi karena mereka merasa ada kontak yang cukup untuk menghasilkan penalti. Dua insiden tersebut membuat banyak pendukung The Blues merasa tim mereka tidak mendapatkan keputusan yang adil di laga final.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Alan Shearer Dukung Keputusan VAR dan Wasit</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan kubu Chelsea, legenda sepak bola Inggris Alan Shearer justru mendukung keputusan wasit dan VAR dalam insiden Joao Pedro. Menurut Shearer, Khusanov masih melakukan duel bertahan dalam batas wajar dan tidak melakukan pelanggaran yang jelas. Ia menilai pemain Manchester City tersebut hanya berdiri kokoh untuk menghalangi pergerakan Joao Pedro. Shearer juga menyebut bahwa VAR tidak memiliki alasan kuat untuk mengubah keputusan di lapangan. Pendapat tersebut memicu perdebatan baru di media sosial karena banyak penggemar Chelsea merasa insiden itu tetap layak diperiksa lebih mendalam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">VAR Kembali Jadi Sorotan di Sepak Bola Inggris</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kontroversi di final Piala FA ini kembali membuat penggunaan VAR menjadi bahan perdebatan di sepak bola Inggris. Banyak penggemar menilai teknologi tersebut masih sering menghadirkan keputusan yang membingungkan meski bertujuan membantu wasit. Dalam pertandingan besar seperti final, keputusan kecil dapat memberikan dampak besar terhadap hasil akhir. Situasi yang dialami Chelsea memperlihatkan bagaimana interpretasi wasit dan VAR masih bisa memunculkan perbedaan pendapat yang tajam. Sebagian pihak mendukung keputusan wasit, sementara yang lain merasa Chelsea dirugikan oleh kurangnya intervensi VAR dalam insiden penting tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kekalahan Ini Jadi Pukulan Berat untuk Chelsea</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kegagalan di final Piala FA menjadi pukulan berat bagi Chelsea yang sebenarnya berharap menutup musim dengan trofi. Selain kehilangan kesempatan meraih gelar, kontroversi penalti juga membuat kekalahan ini terasa semakin menyakitkan bagi para pemain dan suporter. Chelsea sebenarnya menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa pertandingan terakhir, tetapi hasil akhir kembali tidak berpihak kepada mereka. Situasi ini membuat evaluasi besar kemungkinan akan dilakukan klub untuk memperbaiki performa tim di musim mendatang. Tekanan terhadap skuad dan staf pelatih pun dipastikan semakin besar setelah kembali gagal di laga final penting.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Manchester City Kembali Tunjukkan Mental Juara</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, kemenangan ini kembali menunjukkan mental juara yang dimiliki Manchester City. Meski mendapat tekanan dari Chelsea sepanjang pertandingan, skuad asuhan Pep Guardiola tetap mampu menjaga fokus dan mempertahankan keunggulan hingga akhir laga. City sekali lagi membuktikan kualitas mereka dalam pertandingan besar dan penting. Keberhasilan meraih trofi Piala FA juga mempertegas dominasi Manchester City di sepak bola Inggris dalam beberapa musim terakhir. Dengan skuad yang solid dan pengalaman tampil di laga final, City kembali menunjukkan mengapa mereka masih menjadi salah satu tim terbaik di Eropa saat ini.</p>
<p>The post <a href="https://tintaberita.com/olahraga/chelsea-geram-di-wembley-the-blues-nilai-harusnya-mendapat/">Chelsea Geram di Wembley, The Blues Nilai Harusnya Mendapat Penalti Saat Kalah dari Manchester City</a> appeared first on <a href="https://tintaberita.com">Tinta Berita</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
