Menag Ambil Peran sebagai “Orang Tua Asuh” Mahasiswa Korban Bencana di Aceh

Menag Ambil Peran sebagai “Orang Tua Asuh” Mahasiswa Korban Bencana di Aceh

Tinta Berita – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk hadir langsung mendampingi mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra. Ia menyatakan tidak hanya bertindak sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai “bapak angkat” bagi mahasiswa yang terdampak musibah. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Sabtu, di hadapan ratusan mahasiswa penerima bantuan.

Pesan Moral untuk Mahasiswa Agar Tetap Kuat dan Bangkit

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penguatan mental kepada para mahasiswa. Ia meminta mahasiswa UIN Ar Raniry dan seluruh perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama untuk tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya, negara hadir untuk memastikan masa depan pendidikan mereka tetap terjaga, meski sedang diuji oleh bencana alam yang datang bertubi-tubi.

Bantuan Darurat Senilai Rp2,3 Miliar Disalurkan

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Agama menyalurkan bantuan tanggap darurat bertajuk “Bangkit dan Pulih Kembali” dengan total nilai Rp2,3 miliar. Bantuan ini ditujukan khusus bagi mahasiswa yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh. Penyaluran bantuan dilakukan langsung kepada mahasiswa agar dapat segera meringankan beban ekonomi mereka dalam situasi darurat.

Baca Juga : Kelistrikan Aceh Mulai Pulih, Harapan Menyala Kembali Pascabencana

Komitmen Menjaga Keberlanjutan Studi Mahasiswa

Menag menegaskan bahwa Kementerian Agama akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memastikan mahasiswa terdampak tetap dapat melanjutkan pendidikan. Selain bantuan finansial, dukungan moral dan kebijakan keringanan biaya kuliah juga disiapkan agar para mahasiswa tidak terhambat menyelesaikan studi mereka akibat kondisi bencana.

Bantuan Menjangkau Ribuan Mahasiswa di Aceh

Total sebanyak 11.772 mahasiswa menerima bantuan yang masing-masing senilai Rp200 ribu per orang. Bantuan tersebut disalurkan kepada mahasiswa yang tersebar di lima Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Provinsi Aceh. UIN Ar Raniry menjadi penerima terbanyak dengan 4.119 mahasiswa terdampak.

Dukungan Juga Datang dari Daerah Lain

Selain bantuan langsung dari pemerintah pusat, Nasaruddin Umar mengungkapkan adanya dukungan sosial dari sejumlah daerah lain. Ia menyebut telah bertemu dengan gubernur di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Timur. Dari pertemuan tersebut, muncul inisiatif solidaritas, termasuk warung makan yang menggratiskan makanan bagi mahasiswa Aceh yang sedang menempuh studi di wilayah tersebut.

Musibah Dipandang sebagai Ujian Kehidupan

Dalam pesannya, Menag juga mengajak mahasiswa untuk memandang musibah sebagai ujian kehidupan. Ia menyampaikan keyakinan bahwa setiap cobaan memiliki makna dan dapat meningkatkan derajat seseorang jika dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan. Pesan ini disampaikan sebagai upaya menumbuhkan optimisme di tengah situasi sulit.

UIN Ar Raniry Bergerak Cepat Dirikan Posko

Rektor Mujiburrahman menyatakan pihak kampus turut bergerak cepat merespons bencana. UIN Ar Raniry mendirikan posko khusus untuk mendata mahasiswa terdampak dan mempercepat proses penyaluran bantuan. Kampus memastikan mahasiswa tidak menanggung beban tambahan akibat bencana yang terjadi.

Sinergi Pemerintah dan Kampus Jadi Kunci Pemulihan

Langkah Menag dan respons cepat perguruan tinggi menunjukkan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam menghadapi krisis. Pendekatan kemanusiaan yang menempatkan mahasiswa sebagai prioritas dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus memperkuat rasa kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.