Tips Dokter Saraf Agar Pemudik Nataru Tetap Bugar dan Bebas Pegal
Tinta Berita – Perjalanan mudik dan libur Natal–Tahun Baru sering kali menuntut tubuh untuk duduk dalam waktu lama. Oleh karena itu, keluhan pegal, kaku, hingga nyeri leher dan pinggang menjadi masalah yang kerap dialami pemudik. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berisiko memicu gangguan saraf bila diabaikan. Menyadari hal tersebut, dokter spesialis bedah saraf mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh sejak awal perjalanan agar mudik tetap aman dan menyenangkan.
Jeda Gerak Rutin Jadi Kunci Mencegah Otot Kaku
Menurut Spesialis Bedah Saraf, dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS, tubuh manusia tidak dirancang untuk diam terlalu lama. Karena itu, pemudik disarankan memberi jeda pada tubuh setiap 30 menit untuk bergerak dan meregangkan otot. Meski terdengar sederhana, kebiasaan ini sangat efektif menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Namun demikian, jika kondisi jalan tidak memungkinkan berhenti terlalu sering, jeda gerak bisa disesuaikan menjadi sekitar satu jam sekali saat berada di rest area.
Cukupi Cairan Tubuh Selama Perjalanan Panjang
Selain bergerak, menjaga asupan cairan tubuh juga tidak kalah penting. Dehidrasi sering kali tidak disadari, padahal kondisi ini dapat memperparah rasa pegal dan kaku otot. Oleh sebab itu, minum air putih secara teratur menjadi langkah sederhana namun krusial. Dengan tubuh yang terhidrasi dengan baik, otot dan sendi akan bekerja lebih optimal, sehingga risiko nyeri selama perjalanan panjang dapat ditekan.
Baca Juga : Winn Gas Perkuat Kualitas dan Inovasi untuk Ekspansi Pasar Global
Perhatikan Posisi Duduk agar Tulang Belakang Tetap Aman
Di sisi lain, posisi duduk juga memegang peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh saat mudik. Idealnya, pinggang mengikuti kurva alami tulang belakang dan leher berada pada posisi netral. Sayangnya, banyak pemudik tanpa sadar duduk membungkuk atau menunduk terlalu lama. Akibatnya, tekanan pada tulang belakang meningkat dan dapat memicu rasa nyeri yang berkelanjutan.
Risiko Saraf Kejepit Akibat Duduk Terlalu Lama
Lebih jauh, dr. Dimas mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama dengan posisi yang salah berisiko menyebabkan saraf kejepit. Kondisi ini terjadi ketika bantalan tulang belakang terdorong ke arah saraf akibat postur tubuh yang membungkuk. Akibatnya, keluhan nyeri pinggang dan leher bisa muncul bahkan berlanjut setelah perjalanan selesai. Oleh karena itu, kesadaran menjaga postur duduk menjadi langkah pencegahan yang tidak boleh diabaikan.
Mudik Nyaman Dimulai dari Kepedulian pada Tubuh
Pada akhirnya, mudik Nataru yang nyaman bukan hanya soal sampai tujuan dengan cepat, tetapi juga soal menjaga kesehatan tubuh sepanjang perjalanan. Dengan rutin bergerak, mencukupi cairan, dan memperhatikan posisi duduk, risiko pegal hingga gangguan saraf dapat diminimalkan. Dengan demikian, pemudik bisa tiba di kampung halaman atau destinasi liburan dalam kondisi lebih bugar dan siap menikmati momen kebersamaan.


