Tragedi Kebakaran Apartemen di Hong Kong Tewaskan 44 Orang, Tiga Tersangka Ditangkap

Tragedi Kebakaran Apartemen di Hong Kong Tewaskan 44 Orang, Tiga Tersangka Ditangkap

Tinta Berita – Insiden kebakaran hebat mengguncang distrik Tai Po, Hong Kong, dan menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam tiga dekade terakhir. Kebakaran yang terjadi di sebuah kompleks apartemen tinggi ini menyebabkan 44 orang meninggal dunia, sementara 279 lainnya dinyatakan hilang.

Tiga Pria Diamankan, Dituduh Sebagai Pelaku

Seiring dengan penyelidikan yang terus berlangsung, polisi Hong Kong menangkap tiga pria dengan tuduhan pembunuhan terkait kebakaran tersebut. Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan otoritas dalam mengusut tuntas insiden tragis ini.

Api Berkobar di Gedung Bertingkat 32 Lantai

Baca Juga : Pertamina Siaga Nataru: Menjaga Energi Tetap Mengalir di Puncak Liburan

Kebakaran diketahui bermula dari perancah bambu yang dipasang di sisi luar salah satu menara apartemen berlantai 32. Api cepat menjalar ke dalam bangunan dan bahkan menyebar ke gedung-gedung di sekitarnya, diduga diperparah oleh kondisi angin yang kencang.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan. Namun, pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran standar material pelapis dinding luar yang berperan dalam cepatnya penyebaran api.

Upaya Pemadaman Dihadang Kondisi Ekstrem

Petugas pemadam kebakaran menghadapi kesulitan besar karena suhu ekstrem di sekitar titik api. Video yang beredar menunjukkan asap tebal mengepul dari jendela gedung, sementara bara api jatuh ke jalan.

Andy Yeung, Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, mengonfirmasi bahwa salah satu petugas tewas saat bertugas. “Ia adalah pria berusia 37 tahun, telah mengabdi selama sembilan tahun. Kami sangat kehilangan,” ucapnya.

Ungkapan Belasungkawa dari Presiden Xi Jinping

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendesak pemerintah Hong Kong agar memaksimalkan upaya penyelamatan serta mengurangi jumlah korban dan kerugian material.

Melalui televisi nasional CCTV, Xi menekankan pentingnya keselamatan publik dan tanggap darurat yang lebih baik di masa mendatang.

Evakuasi Massal dan Fokus Penyelamatan Lansia

Kompleks apartemen yang terbakar terdiri dari delapan blok, dengan total hampir 2.000 unit tempat tinggal yang dihuni lebih dari 4.800 orang. Lebih dari 900 warga berhasil dievakuasi ke tempat aman, sementara sebagian besar korban yang terjebak adalah warga lanjut usia.

Anggota Dewan Distrik Tai Po, Lo Hiu-fung, menyebut bahwa usia lanjut menjadi faktor risiko utama dalam proses evakuasi yang sangat menantang ini.

Status Kebakaran Naik ke Level Tertinggi

Kebakaran tersebut diklasifikasikan sebagai level lima, tingkat keparahan tertinggi di sistem penanggulangan kebakaran Hong Kong. Lebih dari 140 unit pemadam kebakaran dan 60 ambulans dikerahkan untuk merespons situasi darurat ini.

Departemen Pemadam Kebakaran mengimbau warga sekitar untuk tetap berada di rumah, menutup ventilasi, dan menghindari lokasi terdampak.

Tragedi Terburuk Sejak 1996

Insiden ini menjadi kebakaran paling mematikan sejak 1996, ketika 41 orang tewas dalam kebakaran di gedung komersial di kawasan Kowloon yang berlangsung hampir 20 jam.

Tragedi kali ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Hong Kong dan menjadi peringatan akan pentingnya peningkatan standar keselamatan bangunan, khususnya di area padat penduduk.