Keluarga Pebisnis Indonesia Masih Belum Siap Hadapi Transfer Kekayaan

Keluarga Pebisnis Indonesia Masih Belum Siap Hadapi Transfer Kekayaan

Tinta Berita – Transfer kekayaan antar generasi kini menjadi isu penting di kalangan keluarga pebisnis Indonesia. Seiring bertumbuhnya jumlah keluarga mapan, muncul kebutuhan untuk menjaga warisan dan nilai keluarga tetap lestari.

Namun, riset terbaru “Legacy Planning Sun Life Asia 2025” menunjukkan ketidaksiapan yang mencolok. Meskipun 70% responden memprioritaskan kestabilan finansial, dan 56% berharap warisan dapat mendukung pendidikan anak, hanya 38% yang benar-benar menggunakan instrumen perencanaan yang tersedia.

Risiko Jika Warisan Tidak Direncanakan dengan Matang

Tanpa strategi warisan yang jelas, bisnis keluarga berisiko menghadapi konflik internal hingga penurunan nilai. Menurut Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, banyak keluarga di Indonesia belum memiliki rencana komprehensif untuk menjaga kesinambungan bisnis mereka.

Baca Juga : Harga Cabai di Sidoarjo Tembus Rp100.000: Pedagang Tertekan, Pembeli Menahan Diri

“Sering kali keberhasilan membangun bisnis tidak dibarengi dengan perencanaan yang matang untuk melanjutkannya ke generasi berikutnya,” ujar Albertus, Sabtu (6/12/2025).

Solusi Sun Life dan CIMB Niaga: Warisan dalam Dolar AS

Untuk menjawab kebutuhan ini, Sun Life Indonesia bekerja sama dengan CIMB Niaga meluncurkan dua produk proteksi:

  • X-Tra Proteksi Waris USD
  • Sun Prosperity Prime

X-Tra Proteksi Waris USD menawarkan manfaat hingga usia 100 tahun. Produk ini juga memberikan kenaikan uang pertanggungan sebesar 70% dari tahun pertama. Selain itu, nasabah dibebaskan dari premi jika terkena 1 dari 77 penyakit kritis.

Sementara itu, Sun Prosperity Prime memberikan manfaat tunai tahunan hingga 213,75% dari premi. Produk ini juga tidak mewajibkan pemeriksaan medis, sehingga cocok bagi keluarga yang ingin proses cepat.

Mengapa Diversifikasi Mata Uang Penting

Seiring meningkatnya perdagangan internasional, menyimpan kekayaan dalam dolar AS menjadi strategi penting. Produk yang berdenominasi dolar AS dinilai lebih stabil menghadapi fluktuasi nilai tukar.

Menurut data LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh 9,45% secara tahunan pada Juli 2025. Fakta ini mencerminkan semakin banyaknya keluarga mapan yang membutuhkan solusi proteksi dalam mata uang asing.

Edukasi Finansial Lewat Acara Wealth Xpo

Sebagai bagian dari edukasi publik, Sun Life dan CIMB Niaga menggelar sesi edukatif bertajuk “Legacy in Motion” di ajang CIMB Niaga Wealth Xpo, Jakarta, 4 Desember 2025.

Sesi ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Tidak hanya tentang aset, tetapi juga tentang nilai-nilai, kepercayaan, dan transparansi antar generasi.

Dukungan Jangka Panjang dari Dua Lembaga Keuangan

Sun Life Indonesia, anak usaha dari Sun Life Financial, mengelola aset sebesar Rp 19,74 triliun hingga September 2025. Fokusnya adalah asuransi jiwa dan manajemen kekayaan.

Sementara itu, CIMB Niaga adalah bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Bank ini dikenal aktif mendukung pengembangan produk finansial berkelanjutan melalui kampanye #SekarangUntukMasaDepan.

Kesimpulan: Warisan Perlu Disiapkan, Bukan Hanya Ditinggalkan

Menyiapkan warisan bukan hanya soal aset, tetapi juga menyangkut nilai, keberlanjutan bisnis, dan stabilitas keluarga. Dengan strategi yang tepat, keluarga pebisnis bisa memastikan bahwa warisan mereka akan tetap tumbuh dan bermanfaat untuk generasi mendatang.