Emiten Berkapitalisasi Besar Mulai Tebar Dividen Interim Awal 2026, BMRI hingga ADRO
Tinta Berita – Memasuki awal 2026, sejumlah emiten berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia mulai mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Langkah ini menandai kepercayaan diri emiten terhadap kinerja keuangan yang tetap terjaga. Sejumlah perusahaan pelat merah hingga sektor sumber daya alam tercatat akan menyalurkan dividen tunai bernilai jumbo kepada pemegang saham pada Januari 2026. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi sinyal optimisme di tengah dinamika ekonomi global yang masih menantang.
Bank Mandiri Siapkan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI berencana membagikan dividen interim dengan nilai indikatif Rp 9,3 triliun. Besaran tersebut setara Rp 100 per saham. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2026. Keputusan ini mencerminkan konsistensi Bank Mandiri dalam menjaga imbal hasil bagi investor, tanpa mengabaikan kebutuhan ekspansi bisnis.
Manajemen Bank Mandiri Tegaskan Kondisi Keuangan Solid
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyampaikan bahwa pembagian dividen interim didukung oleh kinerja keuangan yang tetap solid hingga akhir November 2025. Selain itu, posisi permodalan dan likuiditas perseroan dinilai tetap kuat. Kondisi tersebut memberi ruang bagi manajemen untuk membagikan dividen, sekaligus menjaga stabilitas operasional di tengah ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga : Apple Sharp: Teknologi AI yang Mengubah Foto 2D Menjadi Visual 3D dalam Sekejap
Kredit dan Dana Pihak Ketiga Bank Mandiri Tumbuh Dua Digit
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only hingga November 2025 tumbuh 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp 1.452 triliun. Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Sementara itu, dana pihak ketiga meningkat 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp 1.584 triliun. Rasio loan to deposit ratio tercatat terjaga di kisaran 91 persen.
Total Aset Bank Mandiri Terus Menguat
Selain kinerja kredit dan pendanaan, total aset Bank Mandiri juga menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, total aset bank only mencapai Rp 2.120 triliun. Angka tersebut tumbuh 14,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan aset ini memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia.
BRI Sepakati Dividen Interim Rp 20,63 Triliun
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menyepakati pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 20,63 triliun. Nilai ini setara Rp 137 per saham. Keputusan tersebut diambil berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada 15 Desember 2025. Dividen interim ini setara sekitar 50 persen dari laba bersih hingga kuartal III-2025.
Laba BRI Turun, Intermediasi Tetap Bertumbuh
Secara konsolidasi, laba bersih BRI pada kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp 41,23 triliun. Angka tersebut turun 9,1 persen secara tahunan. Meski demikian, fungsi intermediasi tetap menunjukkan pertumbuhan. Penyaluran kredit BRI meningkat 6,2 persen secara tahunan menjadi Rp 1.438,11 triliun.
Kredit UMKM Masih Mendominasi Portofolio BRI
Dari total kredit tersebut, penyaluran kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah mencapai Rp 1.150,73 triliun. Porsi ini setara 80,02 persen dari total portofolio kredit BRI. Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah gross naik tipis menjadi 3,08 persen per September 2025. Namun, NPL coverage masih terjaga di level 183,09 persen.
Alamtri Resources Umumkan Dividen Interim 250 Juta Dolar AS
Di luar sektor perbankan, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO juga mengumumkan pembagian dividen interim tunai tahun buku 2025. Total nilai dividen mencapai 250 juta dolar AS. Keputusan tersebut ditetapkan Direksi dan disetujui Dewan Komisaris pada 17 Desember 2025. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 2 Januari 2026 pukul 16.00 WIB.
Kinerja Keuangan Jadi Landasan Dividen ADRO
Pembagian dividen interim ADRO didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Hingga 30 September 2025, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar 301,58 juta dolar AS. Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai 3,32 miliar dolar AS. Total ekuitas perseroan tercatat sebesar 5,15 miliar dolar AS.
Jadwal Pembayaran Dividen Awal Januari 2026
Pembayaran dividen interim ADRO dijadwalkan paling lambat 10 hari bursa setelah tanggal pencatatan. Dengan demikian, dividen akan dibayarkan pada 15 Januari 2026. Jadwal tersebut menempatkan ADRO sejajar dengan emiten perbankan besar lainnya dalam hal waktu distribusi dividen.
Dividen Interim Cerminkan Optimisme Emiten Jumbo
Secara keseluruhan, pembagian dividen interim oleh emiten jumbo mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis ke depan. Kebijakan ini juga memberi sinyal positif bagi pasar modal. Bagi investor, awal 2026 berpotensi menjadi periode menarik untuk menikmati imbal hasil, di tengah strategi emiten menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kepentingan pemegang saham.


