Benarkah Operasi Lasik Bisa Mempercepat Katarak? Ini Penjelasan Medisnya
Tinta Berita – Operasi lasik menjadi salah satu prosedur mata yang semakin populer karena mampu membantu banyak orang terbebas dari ketergantungan pada kacamata dan lensa kontak. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang merasa ragu untuk menjalani tindakan ini karena beredar anggapan bahwa lasik dapat mempercepat munculnya katarak. Kekhawatiran tersebut membuat sebagian orang takut kesehatan matanya akan memburuk setelah menjalani operasi. Padahal, menurut penjelasan medis, lasik dan katarak merupakan dua kondisi yang berbeda. Informasi yang tidak tepat sering kali membuat masyarakat salah memahami hubungan antara operasi lasik dan risiko katarak.
Operasi Lasik Tidak Menjadi Penyebab Katarak
Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M menjelaskan bahwa operasi lasik bukan penyebab munculnya katarak. Menurutnya, katarak merupakan kondisi alami yang dapat terjadi pada hampir semua orang seiring bertambahnya usia. Persepsi bahwa lasik mempercepat katarak muncul karena banyak pasien lasik memiliki kondisi mata minus tinggi. Orang dengan minus tinggi memang secara genetik memiliki risiko mengalami katarak lebih cepat dibandingkan mereka yang memiliki kondisi mata normal. Jadi, faktor utama bukan berasal dari prosedur lasik, melainkan kondisi mata pasien itu sendiri.
Lasik dan Katarak Merupakan Dua Kondisi yang Berbeda
Banyak orang mengira operasi lasik dan katarak berkaitan langsung karena sama-sama melibatkan mata. Padahal secara medis, keduanya merupakan kondisi yang sangat berbeda. Katarak terjadi pada lensa mata ketika bagian tersebut berubah menjadi keruh sehingga penglihatan menjadi kabur. Sementara itu, operasi lasik dilakukan pada kornea atau bagian depan mata untuk memperbaiki gangguan refraksi seperti rabun jauh dan silinder. Karena area tindakan medisnya berbeda, lasik tidak merusak lensa mata yang menjadi lokasi utama terjadinya katarak.
Prosedur Lasik Hanya Dilakukan pada Kornea Mata
Dalam prosedur lasik, dokter hanya melakukan tindakan pada lapisan kornea mata tanpa menyentuh bagian lensa sama sekali. Kornea berfungsi sebagai bagian depan mata yang membantu memfokuskan cahaya agar penglihatan menjadi jelas. Operasi lasik bertujuan memperbaiki bentuk kornea sehingga gangguan refraksi dapat dikoreksi. Karena tindakan hanya dilakukan di area luar mata, prosedur ini tidak menyebabkan kerusakan pada lensa mata yang berkaitan dengan katarak. Penjelasan ini penting agar masyarakat tidak lagi salah memahami fungsi operasi lasik.
Katarak Tetap Bisa Muncul karena Faktor Penuaan
Meskipun seseorang sudah menjalani operasi lasik, risiko terkena katarak tetap ada seiring bertambahnya usia. Hal tersebut terjadi karena proses penuaan alami pada lensa mata tidak dapat dihentikan. Seiring waktu, lensa mata bisa mengalami perubahan dan menjadi keruh sehingga memicu katarak. Selain faktor usia, paparan sinar ultraviolet dari matahari juga dapat mempercepat perubahan pada lensa mata. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata tetap penting dilakukan meskipun seseorang telah menjalani operasi lasik sebelumnya.
Pasien Minus Tinggi Lebih Rentan Mengalami Katarak
Menurut dr. Nina, banyak pasien yang menjalani lasik memiliki kondisi mata minus cukup tinggi, seperti minus 6 atau lebih. Orang dengan minus tinggi memang cenderung lebih cepat mengalami perubahan pada lensa mata dibandingkan orang dengan kondisi mata normal. Karena itu, mereka lebih mudah menyadari gangguan penglihatan ketika katarak mulai muncul. Situasi inilah yang kemudian memunculkan anggapan bahwa lasik mempercepat katarak. Padahal, faktor utama sebenarnya adalah kondisi genetik dan karakteristik mata pasien tersebut.
Paparan Sinar Matahari Juga Memengaruhi Risiko Katarak
Selain faktor usia dan genetik, paparan sinar ultraviolet dari matahari juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko katarak. Radiasi UV dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata jika terpapar dalam jangka panjang tanpa perlindungan yang cukup. Karena itu, dokter mata sering menyarankan penggunaan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV saat beraktivitas di luar ruangan. Menjaga pola hidup sehat dan melindungi mata dari sinar matahari dapat membantu memperlambat perkembangan gangguan penglihatan di masa depan.
Pasien yang Pernah Lasik Tetap Bisa Operasi Katarak
Masyarakat tidak perlu khawatir jika suatu saat mengalami katarak setelah pernah menjalani operasi lasik. Dokter menjelaskan bahwa pasien pasca-lasik tetap dapat menjalani operasi katarak dengan aman. Dalam prosedur tersebut, lensa mata yang keruh akan diganti menggunakan lensa buatan agar penglihatan kembali jelas. Teknologi operasi mata saat ini juga semakin berkembang sehingga penanganan katarak pada pasien yang pernah lasik dapat dilakukan dengan hasil yang baik. Karena itu, operasi lasik tidak menjadi penghalang untuk tindakan medis mata lainnya di masa depan.
Teknologi Operasi Mata Kini Semakin Modern
Perkembangan teknologi di bidang kesehatan mata membuat prosedur operasi menjadi lebih aman dan efektif dibanding beberapa tahun lalu. Baik operasi lasik maupun operasi katarak kini menggunakan teknologi modern yang membantu meningkatkan akurasi dan kenyamanan pasien. Risiko komplikasi juga semakin rendah jika prosedur dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman. Kemajuan teknologi ini memberikan harapan besar bagi masyarakat yang ingin memperbaiki kualitas penglihatan tanpa perlu merasa takut berlebihan terhadap prosedur medis mata.
Pemeriksaan Mata Rutin Tetap Menjadi Langkah Penting
Dokter mata mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara medis. Pemeriksaan mata secara rutin tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan penglihatan dan mendeteksi gangguan sejak dini. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi seperti katarak, gangguan refraksi, atau penyakit mata lainnya dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya menjadi lebih optimal. Edukasi yang benar juga membantu masyarakat memahami bahwa operasi lasik dan katarak adalah dua hal berbeda yang tidak saling menyebabkan secara langsung.


