Video Ben Gvir Hina Relawan Dinilai Merusak Propaganda Hasbara Israel
Tinta Berita – Kontroversi kembali menyelimuti pemerintahan Israel setelah muncul video Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang diduga menghina relawan Global Sumud Flotilla. Rekaman tersebut langsung memicu kritik dari berbagai pihak internasional. Banyak pengamat menilai video itu merusak strategi propaganda Hasbara yang selama ini digunakan Israel untuk menjaga citra positif di mata dunia. Dalam video tersebut, seorang relawan terlihat dijambak dan dipaksa berlutut di depan Ben Gvir. Kejadian itu memperburuk tekanan internasional terhadap Israel di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.
Hasbara Selama Ini Menjadi Strategi Propaganda Israel
Hasbara dikenal sebagai strategi komunikasi yang digunakan Israel untuk membangun citra positif di tingkat internasional. Pendekatan ini bertujuan membentuk opini publik agar mendukung kebijakan Israel terhadap Palestina. Selama bertahun-tahun, Hasbara digunakan melalui media, diplomasi publik, dan kampanye internasional. Narasi yang dibangun biasanya menggambarkan Israel sebagai pihak yang selalu berada dalam posisi defensif. Strategi ini juga sering dipakai untuk mengurangi kritik terhadap operasi militer Israel di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.
Video Ben Gvir Memicu Reaksi Keras Dunia Internasional
Video yang memperlihatkan perlakuan kasar terhadap relawan Global Sumud Flotilla langsung menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna internet mengecam tindakan tersebut dan menganggapnya tidak manusiawi. Rekaman itu dianggap memperlihatkan sisi keras pemerintahan sayap kanan Israel. Respons publik berkembang sangat cepat karena bukti visual sulit dibantah. Situasi ini membuat upaya propaganda Israel menjadi semakin rumit. Banyak pihak kini mempertanyakan narasi yang selama ini dibangun melalui Hasbara.
Baca Juga : SeaBank Catat Laba Rp375 Miliar pada Kuartal I 2026 dengan Pertumbuhan Signifikan
Itamar Ben Gvir Sudah Lama Menjadi Figur Kontroversial
Itamar Ben Gvir dikenal sebagai salah satu politikus paling kontroversial di Israel. Ia sering mengeluarkan pernyataan keras terkait Palestina dan konflik Gaza. Kehadirannya di kabinet Benjamin Netanyahu juga memicu banyak kritik internasional. Banyak pengamat menilai Ben Gvir lebih fokus pada dukungan kelompok sayap kanan domestik dibanding citra global Israel. Karena itu, tindakannya dalam video terbaru dianggap tidak mengejutkan. Ia dinilai sengaja menunjukkan sikap keras demi mempertahankan basis politiknya.
Global Sumud Flotilla Dikenal Aktif Mendukung Palestina
Global Sumud Flotilla merupakan kelompok relawan internasional yang mendukung perjuangan kemanusiaan untuk Palestina. Mereka dikenal aktif menyuarakan solidaritas terhadap warga Gaza yang terdampak konflik. Kehadiran relawan asing sering menjadi simbol dukungan global bagi Palestina. Karena itu, tindakan kasar terhadap anggota kelompok ini memicu kemarahan publik internasional. Banyak pihak menilai perlakuan tersebut mencerminkan pendekatan represif pemerintah Israel terhadap aktivis kemanusiaan. Video itu juga memperkuat kritik terhadap kebijakan keamanan Israel.
Pengamat Menilai Israel Mengalami Krisis Citra
Beberapa ahli politik Timur Tengah menilai video Ben Gvir menciptakan kerusakan besar bagi citra internasional Israel. Peneliti kebijakan Palestina dari Al Shabaka, Fathi Nimer, menyebut Hasbara sebagai propaganda negara untuk memperhalus citra pendudukan Israel. Menurutnya, video tersebut menghancurkan narasi yang dibangun melalui kampanye besar selama bertahun-tahun. Ia juga menilai pemerintah Israel lebih khawatir terhadap dampak hubungan masyarakat dibanding persoalan moral. Pandangan itu memperlihatkan pentingnya citra internasional bagi pemerintah Israel.
Anggaran Hasbara Dilaporkan Terus Meningkat
Israel dilaporkan terus meningkatkan anggaran propaganda Hasbara dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan, dana tersebut diperkirakan naik dari sekitar 15 juta dolar AS pada 2023 menjadi 700 juta dolar AS pada 2026. Kenaikan itu menunjukkan keseriusan Israel dalam menjaga dukungan internasional. Pemerintah berusaha mempertahankan pengaruh opini publik global melalui berbagai kampanye komunikasi. Namun, insiden seperti video Ben Gvir membuat strategi tersebut semakin sulit dijalankan. Dalam era digital, rekaman visual dapat menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.
Netanyahu Disebut Terganggu oleh Ulah Ben Gvir
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut menghadapi tekanan baru akibat kontroversi ini. Banyak pengamat menilai video tersebut memperburuk posisi diplomatik Israel. Menurut mereka, masalah terbesar bukan hanya tindakan itu sendiri, tetapi fakta bahwa rekamannya tersebar luas. Hal tersebut membuat pemerintah Israel kesulitan mengendalikan narasi publik. Sementara itu, Ben Gvir dianggap tidak terlalu peduli dengan dampak internasional. Ia lebih fokus menjaga dukungan kelompok nasionalis sayap kanan di dalam negeri.
Media Sosial Membuat Propaganda Sulit Dikendalikan
Perkembangan media sosial telah mengubah cara propaganda politik bekerja di era modern. Dulu, pemerintah dapat lebih mudah mengontrol informasi melalui media konvensional. Kini, video dan rekaman kejadian dapat langsung viral dalam hitungan menit. Situasi ini membuat strategi propaganda seperti Hasbara menghadapi tantangan besar. Publik global kini dapat melihat kejadian langsung tanpa filter dari pemerintah atau media resmi. Karena itu, opini internasional menjadi lebih sulit diarahkan seperti sebelumnya.
Kontroversi Ini Diperkirakan Memperburuk Citra Israel
Kasus yang melibatkan Ben Gvir diperkirakan akan memperburuk citra Israel di mata dunia. Banyak pihak menilai video tersebut memperlihatkan sisi represif yang selama ini ditutupi melalui propaganda negara. Sorotan media internasional terhadap konflik Gaza juga terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, tekanan global terhadap pemerintah Israel kemungkinan akan semakin besar. Kontroversi ini menunjukkan bahwa citra internasional kini memiliki pengaruh besar dalam konflik modern dan diplomasi global.


